Workshop Penyusunan Pedoman Evaluasi SNMPTN/SBMPTN, Pedoman Lanjutan Pelaporan Hasil Pengawasan, dan Pedoman Reviu Atas Usulan Revisi Anggaran dan Tunggakan Pembayaran di Lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

17-10-19 Syafira Dwi Herliana 0 comment

Webp.net-resizeimage (2)

Bandung, 17 Oktober 2019. Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti melaksanakan Workshop Penyusunan Pedoman Evaluasi SNMPTN/SBMPTN, Pedoman Lanjutan Pelaporan Hasil Pengawasan, dan Pedoman Reviu Atas Usulan Revisi Anggaran dan Tunggakan Pembayaran di Lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Workshop yang dilaksanakan mulai tanggal 17 Oktober 2019 hingga 20 Oktober 2019 diikuti oleh para Auditor dan staf di Lingkungan Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti, Satuan Pengawas Internal (SPI), Perwakilan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), juga perwakilan dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti.

Webp.net-resizeimage (3)

Dr. Yohanes Indrayono, Ak.,MM., CA selaku inspektur III inspektorat Jenderal kemenristekdikti membuka kegiatan yang kemudian dilanjutkan oleh arahan dari Plt. Inspektur Jenderal Kemenristekdikti, Dr. Yusrial Bachtiar, Ak., MM., CA. Dalam Workshop ini, peserta kegiatan dibagi menjadi tiga kelompok kerja dalam menyusun pedoman. Kelompok I menyusun Pedoman Evaluasi SNMPTN/SBMPTN, Kelompok II menyusun Pedoma Pelaporan Hasil Pengawasan, dan Kelompok III menyusun Pedoman Reviu atas Usulan revisi Anggaran dan Tunggakan Pembayaran.

Webp.net-resizeimage (1)

Penyusunan pedoman pengawasan ini sangat baik dan penting untuk dilaksanakan karena Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Inspektorat Jenderal menyebutkan pentingnya pemeriksaan terhadap SNMPTN/SBMPTN, akan tetapi belum terlaksana secara maksimal karena keterbatasan pedoman pemeriksaan. Selain itu, permintaan reviu atas usulan revisi anggaran sering terjadi setiap tahunnya. Oleh karena itu, pedoman yang sudah tersusun sangat dibutuhkan dan akan dijadikan acuan dalam melaksanakan pengawasan internal demi meningkatkan kualitas hasil pengawasan. (SH/SDH/FRA).