Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program, Kegiatan, dan Anggaran Triwulan II Tahun 2019

14-10-19 Syafira Dwi Herliana 0 comment

Webp.net-resizeimage - 2019-10-14T160402.754

Jakarta, 14 Oktober 2019, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program, Kegiatan, dan Anggaran Triwulan II Tahun 2019 bertempat di lantai 2 Gedung D Senayan Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak, eselon II, pimpinan perguruan tinggi di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, pimpinan LLDIKTI, dan Kepala ANRI. Acara diawali dengan menyanyikan lagu nasional Indonesia Raya dan doa bersama. Setelah dibuka dengan doa, acara dilanjutkan dengan sambutan dari menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. Menristekdikti menegaskan bahwa evaluasi pemantauan ini diharapkan dapat terus berlanjut karena memiliki banyak manfaat dan juga dapat memotivasi satker.

Adapun agenda pada acara tersebut terdiri dari empat agenda utama yaitu Alokasi dan Realisasi Anggaran Kemenristekdikti Tahun Anggaran 2019, Evaluasi Capaian Eselon II, Satker Mandiri, PTN, dan LLDikti Triwulan III 2019, Draft Rancangan Rencana Strategis Kemenristekdikti 2020 – 2025, dan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA). Realisasi anggaran sampai dengan Oktober 2019 yang dicapai oleh Kemenristekdikti sebesar 65,51%. Realisasi pada tahun ini lebih tinggi daripada Oktober 2018 yaitu 62,34%.

Webp.net-resizeimage - 2019-10-14T160212.121

Realisasi anggaran tertinggi pada Eselon II dan Satker Mandiri dicapai oleh Direktorat Kemahasiswaan dan realisasi anggaran terendah adalah Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi, dan Lembaga Penunjang Lainnya. Adapun capaian fisik output tertinggi pada Eselon II dan Satker Mandiri yaitu Inspektorat III dan terendah adalah Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi. Sedangkan deviasi terkecil diraih oleh Biro Hukum dan Organisasi dan deviasi terbesar yaitu pada Direktorat Sarana dan Prasarana. Selanjutnya pada PTN Satuan Kerja realisasi anggaran tertinggi dicapai oleh Politeknik Perikanan Negeri Tual dan terendah yaitu Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua. Menristekdikti mengingatkan bahwa waktu yang tersisa hanya tiga bulan lagi, jika tidak dapat menyerap secara optimal akan dikurangi anggarannya untuk tahun selanjutnya. Adapun capaian fisik output tertinggi pada PTN Satuan Kerja dicapai oleh Universitas Timor dan terendah yaitu Universitas Borneo Tarakan. Selanjutnya deviasi terkecil antara anggaran dan fisik dicapai oleh Politeknik Negeri Padang dan deviasi terbesar yaitu pada Politeknik Maritim Negeri Indonesia. Ditampilkan pula tentang status pelaporan capaian kinerja PTN Satuan Kerja dan Pelaporan Penerimaan UKT PTN Satuan Kerja.

Realisasi anggaran tertinggi pada PTN Badan Layanan Umum yaitu pada Universitas Pendidikan Ganesha dan realisasi terendah yaitu Politeknik Manufaktur Bandung. Adapun capaian fisik output tertinggi pada PTN Badan Layanan Umum diraih oleh Universitas Pattimura dan capaian fisik output terendah yaitu pada Universitas Bengkulu. Lalu deviasi terkecil antara realisasi anggaran dan output fisik diraih oleh Universitas Jenderal Sudirman dan deviasi terbesar yaitu pada Universitas Pattimura. Selanjutnya pada PTN Berbadan Hukum, realisasi pencairan dana BP PTN BH tertinggi diraih oleh Institut Teknologi Bandung dan realisasi pencairan dana BP PTN BH terendah yaitu pada Universitas Sumatera Utara. Sedangkan capaian fisik tertinggi pada PTN BH diraih oleh Institut Pertanian Bogor dan terendah yaitu pada Universitas Padjajaran. Adapun pada LLDIKTI realisasi anggaran dan capaian fisik tertinggi yaitu pada LLDIKTI Wilayah I Medan dan realisasi anggaran dan capaian fisik terendah yaitu LLDIKTI Wilayah XIV Biak. Pada Akademi Komunitas deviasi terendah antara realisasi anggaran dan capaian fisik output diraih oleh Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar.

Webp.net-resizeimage - 2019-10-14T160557.642

Capaian program Kemenristekdikti tahun 2015 – 2019 pada indicator kinerja sasaran strategis terdiri dari Indeks Pendidikan Tinggi dengan target 34,12% dapat mencapai realisasi sebesar 40,85%, indeks inovasi dengan target 24.82% dapat direalisasikan sebesar 48,81%, dan indeks reformasi birokrasi dengan target 80% dapat direalisasikan sebesar 71,48%. Selanjutnya dipaparkan tentang beberapa isu strategis yang perlu ditingkatkan antara lain akses dan pemerataan pendidikan tinggi, kualitas sumber daya serta kelembagaan Iptek dan Dikti, relevansi kegiatan Ristek dan lulusan Dikti, serta daya saing kelembagaan ristek dan dikti yang perlu ditingkatkan. Meningkatkan akses dan pemerataan Pendidikan Tinggi dapat dilakukan dengan ketersediaan akses yaitu perguruan tinggi dan prodi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dosen,serta sarana prasaran PTN dan PTS juga pembelajaran daring. Upaya lain unuk meningkatkan akses dan pemerataan Pendidikan Tinggi dengan meningkatkan keterjangkauan berupa Beasiswa Bidik Misi, Beasiswa KIP-K, Beasiswa Adik, UKT 1, dan UKT 2.

Adapun meningkatkan kualitas sumber daya dan kelembagaan Iptek Dikti dilakukan dengan meningkatkan mutu SDM dengan beasiswa S2 dan S3 bagi SDM Iptek Dikti, insentif riset dan BOPTN Penelitian, serta jurnal HKI dan litbang Dikti yang difasilitasi. Sedangkan meningkatkan mutu perguruan tinggi dengan penugasan khusus (mission differentiation), dibina menjadi unggul, dan litbang yang ditingkatkan mutunya. Lalu meningkatkan mutu prodi dengan menerapkan Standar Pelayanan Mutu Internal dan Eksternal serta beberapa prodi yang ditingkatkan mutunya yaitu Literasi Data, Literasi Teknologi, Literasi Human, dan penguatan Kurikulum berbasis Industri. Selanjutnya peningkatan relevasnsi kegiatan Ristek dan lulusan Dikti dilakukan dengan meningkatkan kegiatan Riset dan Inovasi yang sesuai dengan Kebutuhan Pengguna, meningkatkan kolaborasi ABG (Akademisi, Business, Government), mengembangkan Science Techno Park, meningkatkan karakter kewirausahaan pada mahasiswa, revitalisasi pendidikan vokasi, dan meningkatkan kapasitas pendidik. Lalu untuk meningkatkan keunggulan kelembagaan Ristek dan Dikti dengan mengembangkan Pusat Unggulan Iptek,serta meningkatkan jumlah World Class University.

Setelah pemaparan dibuka sesi tanya jawab lalu dilanjutkan dengan komitmen bersama Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA). Arsip merupakan upaya rekam jejak untuk generasi mendatang serta upaya mewujudkan good governance. Acara pun ditutup dengan simbolisasi penyerahan buku rekam jejak Menristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. Menristekdikti serta penayangan video juara ketiga dari Bidikmisi Award. Diharapkan mahasiwa lulusan Bidikmisi dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang. (NF/SDH/MF/FRA).