Workshop Peningkatan Kapasitas Aparat Pengawas Internal “Dasar-Dasar Audit Bagi Aparat Pengawas Internal Pemerintah” di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

29-05-19 Syafira Dwi Herliana 0 comment

Webp.net-resizeimage (40)

Tangerang, 27 Mei 2019. Inspektorat Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mengadakan Workshop Peningkatan Kapasitas Aparat Pengawas Internal Dasar-Dasar Audit Bagi Aparat Pengawas Internal Pemerintah di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan materi dari berbagai narasumber. Acara diadakan di Hotel Santika BSD City Serpong Tangerang Selatan. Acara dihadiri oleh beberapa aparat Inspektorat Jenderal yang terdiri dari Inspektur III, Kabbag, Kasubbag, Auditor, serta staff fungsional lainnya. Tidak hanya dari Inspektorat Jenderal, acara workshop ini juga diikuti oleh staff auditor SPI Universitas Negeri Jakarta, Sekretaris SPI Universitas Terbuka, Kepala SPI PPIPTEK, Sekretaris SPI LLDIKTI IV, Sekretaris SPI LLDIKTI III, dan perwakilan dari Biro Keungan dan Umum Sekretariat Jenderal Kemenristekdikti.

Webp.net-resizeimage (41)

Pembukaan dilakukan oleh Kepala Bagian Kepegawaian, Hukum, dan Sistem Informasi Pengawasan, Bapak Dr. Djaswadin., SH., M.Si. mewakili Plt. Inspektorat Jenderal. Setelah pembukaan, workshop diawali dengan materi pertama yaitu Penulisan Laporan Audit dengan narasumber yaitu Ibu Indreswari., M.Sc., PhD., CA., CCSA., CRMA., CPMA., CKM. Ibu Indraswari kerap menekankan agar penulisan Laporan Audit supaya dapat dimengerti oleh orang yang membaca dan dapat membantu manajerial dalam pengambilan keputusan. Perlu pula dilakukan analisa resiko (Risk Based Internal Auditing) agar Laporan Audit dapat menggambarkan mana bagian yang harus segera ditindaklanjuti dan resikonya tinggi. Dilakukan pula reviu tentang penulisan Laporan Audit yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti. Hal tersebut dilakukan dengan harapan kedepannya penulisan yang keliru dapat diperbaiki dan penulisan Audit Itjen Kemenristekdikti menjadi lebih baik lagi. Ibu Nareswari pun menyampaikan bahwa Laporan Audit harus mencakup rekomendasi untuk perbaikan yang potensial, ucapan terima kasih atas kinerja yang memusakan, tindakan korektif, hasil pengamatan, serta saran pendekatan untuk mengoreksi atau meningkatkan kinerja. Internal audit 3.0 yang terdiri dari Assure, Advise, Anticipate merupakan fungsi yang dibutuhkan dari seorang Auditor.

Webp.net-resizeimage (2) (1)

Setelah materi pertama, workshop dilanjutkan dengan materi kedua yaitu Dasar-Dasar Audit Pengadaan Barang dan Jasa yang disampaikan oleh Ibu Rita Berlis. Dijabarkan oleh Ibu Rita tentang Audit Universe terutama di bagian Perencanaan Pengadan Barang dan Jasa yang terdiri dari Spesifikasi Barang/Jasa, Rincian Anggaran Biaya, Pemaketan dan Konsolidasi, serta Biaya Pendukung. Adapun teknik pembuktian untuk Pengadaan Barang dan Jasa dilakukan pada tiga tahap yaitu perencanaan barang jasa, pemilih penyedia barang jasa, dan pelaksanaan kontrak barang jasa. Pada tahap pertama yaitu perencanaan barang jasa audit dilakukan pada dokumen RKA/RKB/RUPM, dokumen spesifikasi dan HPS, serta dokumen pengadaan. Lalu pada tahap kedua yaitu pada pemilih dan penyedia barang jasa, audit dilakukan pada LPSE, dokumen proses, spesifikasi dan HPS, serta dokumen pengadaan. Selanjutnya pada tahap ketiga yaitu pelaksanaan kontrak barang jasa, audit dilakukan pada dokumen pelaksaan kontrak, hasil uji, dokumen serah terima, dokumen pembayaran/denda, dan dokumen terkait (putus kontrak). Setiap sesi workshop diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara Auditor dengan narasumber terkait dengan masalah dan tantangan yang ditemukan di lapangan.  (NFH/SDH/FRA).