Sosialisasi Layanan Berzakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

09-05-19 Firdaus R Akbar 0 comment

Inspektorat­­ Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Sosialisasi Layanan Berzakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Ruang Rapat lantai 3 Gedung D Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tingg0i pada 9 Mei 2019. Hadir dalam acara tersebut Kepala Divisi Unit Pengumpul Zakat Nasional (BAZNAS) yaitu Faisal Qosim dan diikuti oleh perwakilan seluruh staff ruang lingkup kerja Inspektorat Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Materi sosialisasi tersebut disampaikan dalam rangka optimalisasi pengelolaan zakat di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI dengan dibentuknya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI. Dalam penyampaiannya, Faisal Qosim mengingatkan kembali pentingnya umat Islam untuk memenuhi kewajiban membayar zakat. Zakat merupakan satu dari lima rukun Islam yang kerap kurang ditertibkan dalam pengamalannya.

Materi sosialisasi terdiri dari penyampaian landasan syariah dalam berzakat, salah satu produk BAZNAS yaitu Zakat Penghasilan, kemudahan berzakat melalui BAZNAS, mekanisme pemotongan zakat pegawai, wawasan tentang zakat pendapatan atau profesi, layanan muzaki yang dimiliki BAZNAS, persyaratan registrasi muzaki pegawai, dan manfaat zakat melalui UPZ. Adapun nishab zakat pendapatan atau profesi tahun 2018 yaitu jika pendapatan sebesar Rp 5.240.000. Besaran zakat 2,5% dari pendapatan, dicontohkan jika pendapatan rutin Rp 5.240.000 maka zakat yang dibayarkan sebesar Rp 131.000. Adapun pendapatan tambahan lain yang tidak rutin dapat disalurkan sebagai infaq.

Zakat melalui UPZ BAZNAS memiliki berbagai manfaat. Pertama, sesuai dengan tuntunan syariah (Al-Qur’an dan Al-Hadits) dan siroh Nabawiyyah maupun sirah para sahabat dan tabi’in. Kedua, legal dan sah karena sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ketiga, UPZ BAZNAS menjamin kepastian dan disiplin pembayar zakat. Keempat, UPZ BAZNAS menjamin kepastian, disiplin pembayar zakat dan menjaga perasaan rendah diri para mustahik zakat apabila berhadapan langsung untuk menerima zakat dari para muzakki. Keempat, zakat dapat mencapai efisiensi dan efektivitas, serta sasaran yang tepat dalam penggunaan harta zakat menurut skala prioritas yang ada pada suatu tempat. Serta manfaat yang terakhir yaitu UPZ BAZNAS memiliki alternatif pendanaan program pemberdayaan dan kepedulian sosial di lingkungan lembaga. Usai pemaparan dari pemateri, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.( NFH/FRA)