Rakernas Kemenristekdikti 2019, Mempersiapkan SDM Millenial di Era Disrupsi Dalam Menciptakan Inovasi

07-01-19 ilham hanif 0 comment

R02

Semarang, 3-4 Januari 2015. Sesuai dengan arahan yang dikemukakan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bahwa Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi Fokus Kerja Pemerintah di tahun 2019, dimana ini menjadi sebuah tantangan bangsa dalam menghadapi Era Disrupsi, khususnya di bidang Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2019 kali ini mengusung tema “Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Yang Terbuka, Fleksibel, dan Bermutu”.

Kemenristekdikti dalam mengawali tahun 2019 menggelar Rakernas 2019 di Universitas Diponegoro, kota Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 4-5 Januari 2019

Rakernas 2019 dibuka secara resmi oleh Menristekdikti Mohamad Nasir dan dihadiri Sekretaris Daerah Jawa Tengah serta diikuti sekitar 350 peserta yang berasal dari pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal Kemenristekdikti mulai dari, pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemenristekdikti, Kepala LPNK dalam koordinasi Kemenristekdikti, Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, Ketua Komisi VII, Ketua Komisi X, Ketua DPD RI, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Balitbang/Deputi Kementerian terkait, BUMN, serta instansi terkait lainnya.

Ada tujuh fokus rekomendasi Rakernas 2019 yang dikemukakan oleh Menristekdikti yaitu di bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kelembagaan Iptek dan Dikti, Sumber Daya Iptek dan Dikti, Riset dan Pengembangan, Inovasi, Reformasi Birokrasi dan Pengawasan Internal.

Dalam pembukaannya Menristekdikti menyampaikan bagaimana kita menghadapi Era Disrupsi, serta Disruptive Innovation.  “Mencermati situasi di atas, pertanyaannya adalah bagaimana kita harus menyiapkan diri? Jawabannya adalah kita harus melakukan Self Disruption. Kita harus melakukan transformasi dengan mendisrupsi diri sendiri untuk menciptakan inovasi,” ujar Menristekdikti.

Strategi yang diciptakan untuk menghadapi Era Disrupsi itu adalah membuat suatu ekosistem pada Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang dapat memenuhi kebutuhan pasar, yaitu Masyarakat dan Industri. Untuk itu Menristekdikti ingin memudahkan setiap Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian  dalam menghadapi Disruptive Innovation dengan mengurangi atau memangkas regulasi sebelumnya. Yang mana regulasi tersebut mengambat mereka untuk menyesuaikan diri dalam Disruptive Innovation. Salah satu regulasi yang dimaksudkan yaitu kewajiban membayar Pajak Penghasilan (PPh) bagi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) serta terkait Program Studi.

Maka dari itu Menristekdikti berkoordinasi dengan Menkeu untuk memangkas regulasi tersebut. “Kalau misalnya PTNBH disuruh bayar PPh pasal 25 (Undang-Undang Pajak Penghasilan), problemnya ya ada di mahasiswa lagi nanti. Saya sudah lapor ke Menkeu. Beliau akan tinjau kembali nanti,” ungkap Menristekdikti.

Selain itu juga Menristekdikti juga memudahkan pendirian Program Studi yang dibutuhkan oleh industri, walaupun Program Studi tersebut belum ada dalam Keputusan Menristekdikti Nomor 257/M/KPT/2017 tentang daftar nama atau Nomenklatur Program Studi yang dapat dibuka pada Perguruan Tinggi di Indonesia.

Pada sambutannya, Ketua Umum Rakernas 2019, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im menyampaikan apresiasi serta penghargaan kepada Pemerintah Kota Jawa Tengah, Rektor Universitas Diponegoro, dan seluruh panitia Rakernas 2019 yang telah bekerja sama dengan baik, bahu-membahu dalam menyelenggarakan Rakernas 2019 ini dengan lancar. Beliau juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada setiap pihak yang telah hadir serta berkontribusi dalam Rakernas 2019.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya Rakernas 2019 selalu dimeriahkan oleh pameran produk hasil riset maupun inovasi perguruan tinggi dan LPNK dalam koordinasi Kemenristekdikti. Menristekdikti, Kepala LPNK dan jajaran Eselon I dan II Kemenristekdikti berkesempatan mengunjungi ‘stand’ pameran usai pembukaan Rakernas 2019. Beberapa benda pamer yang hadir di pameran ini antara lain BPPT Lock (Unit Pelindung Beton di Pesisir Pantai), Kit Diagnostik Demam Berdarah Dengue (BPPT), Sepatu Pengaman Sepatu Boot ber-SNI (BSN), Sensor Tanah Longsor (LIPI), D’Ozone (Filter Udara) dari Undip, Dompet Tuna Netra, Chemcar (Alat Penghemat Bahan Bakar), Inkubator UNNES, Varietas Padi Unggul (UNSOED); Alat Rehabilitasi Medis Pasien Post Stroke, Produk Implan Bone Filler, Baterai Lithium dari UNS; Laser Gesek (Friction Welding), CNC untuk Industri Kreatif dari POLINES, Program SBMPTN & SNMPTN (LTMPT), Program Bela Negara (Kemenhan), Pendidikan Anti Korupsi dan program unit utama lainnya di lingkungan Kemenristekdikti.

Pada Rakernas 2019 ini juga dilakukan Peluncuran Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) pada Jumat, 4 Januari 2019, pemberian Penghargaan Anugerah Humas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) 2018, dan penghargaan Peringkat LAPOR pada PTN dan LLDikti.

 

sumber : https://ristekdikti.go.id/kabar/rakernas-2019-kemenristekdikti-menjadi-momentum-mempersiapkan-sdm-millenial-memformulasikan-regulasi-di-era-disrupsi-menciptakan-inovasi-untuk-peningkatan-daya-saing-bangsa/