Forum SPI PTN, Inspektur Jenderal : “Tingkatkan Pengawasan Intern Demi Mengurangi Penyimpangan Dalam Pengadaan Barang dan Jasa di PTN”

30-08-18 ilham hanif 0 comment

DSC08764

Surabaya, 28-31 Agustus 2018. Forum Satuan Pengawas Intern Perguruan Tinggi Negeri (SPI PTN) Indonesia mengadakan pelatihan yang bertajuk “Pelatihan Teknis SAKIP dan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Perguruan Tinggi Negeri”. Acara yang berlangsung selama 4 hari ini berlokasi di Hotel Santika Premier Gubeng, Surabaya, Jawa Timur. Universitas Airlangga berkesempatan menjadi penyelenggara dari Forum SPI PTN kali ini.

Acara tersebut dihadiri oleh Inspektur Jenderal Kemenristekdikti Jamal Wiwoho, Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih, Ketua Forum SPI PTN Witarsa, Sekretaris Itjen Kemenristekdikti Yusrial Bachtiar, Inspektur III Kemenristekdikti Yohanes Indrayono, Wakil Rektor II Unair Muhammad Madyan, Ketua Badan Pengawas Internal Unair Soegeng Sutedjo, sejumlah Pejabat di lingkungan Kemenristekdikti, Guru Besar, Auditor, serta para anggota SPI PTN seluruh Indonesia.

Mengacu kepada Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 7 Tahun 1999, akuntabilitas kinerja mewajibkan setiap instansi untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya. Termasuk pengelolaan sumber daya yang ada berdasarkan perencanaan yang strategis. Maka dari itu SAKIP diterbitkan. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah atau SAKIP, menjadi salah satu cara pemerintah pusat untuk melakukan Monitoring kepada setiap instansi dibawahnya. Ini dilakukan untuk menekan penyelewengan atau penyimpangan segala macam proses kerja di setiap instansi.

Ketua Panitia Soegeng Sutedjo, mengungkapkan betapa pentingnya melakukan pelatihan ini, mengingat masih banyaknya data yang ditemui didalam SIMONEV (Sistem Monitoring dan Evaluasi) yang belum sesuai antara LAKIN (Laporan Kinerja) dengan Renstra (Rencana Strategis).

”Pelatihan teknis ini menjadi urgent untuk dilaksanakan, agar diperoleh deteksi dini dalam mengantisipasi audit kinerja atau audit tematik ADK melalui SIMONEV yang dilakukan oleh BPK,” jelasnya.

DSC08794

Sementara itu dalam sambutannya, Rektor Unair  Mohammad Nasih menegaskan bahwa setiap perencanaan yang matang harus mendapatkan target hasil yang realistis dan sesuai. Supaya setiap proses kerja, tidak terdapat penyimpangan yang nantinya akan berdampak buruk, salah satunya pada anggaran.

”Ya jika perencanaanya tak sesuai, efeknya anggaran bisa dikurangi nanti,” tegasnya.

”Setiap akan akreditasi harus menyiapkan borang. Membuat borang secara bersama-sama. Hati-hati dalam proses pengadaan jasa dan barang. Salah-salah bisa mengantarkan ke penjara,” pantun Inspektur Jenderal Jamal Wiwoho dalam membuka kegiatan pelatihan.

Dalam pantun pembuka tersebut, Prof. Jamal Wiwoho mengingatkan secara tegas dan tersirat bahwa setiap penyimpangan dalam proses kerja apapun, akan mendapatkan hasil yang buruk, seperti masuk penjara misalnya.

 

Sumber : http://news.unair.ac.id/2018/08/29/dengan-spi-ptn-dan-kemristekdikti-unair-gelar-pelatihan-teknis-sakip-se-indonesia/