Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-23 : Inovasi, Bangun Bangsa!

12-08-18 ilham hanif 0 comment

09

Pekanbaru, 9 s.d. 10 Agustus 2018. “Inovasi, Bangun Bangsa!”, begitulah tagline yang diusung pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-23 kali ini. Acara berlangsung selama 2 hari dengan Provinsi Riau sebagai tuan rumahnya. Riau menjadi Provinsi pertama di Pulau Sumatera dan Provinsi kedua diluar Pulau Jawa (setelah Makassar, Sulawesi Selatan) yang ditunjuk sebagai tuan rumah perhelatan hari yang diperingati sebagai sejarah kebangkitan teknologi di Indonesia yang ditandai dengan penerbangan perdana pesawat N-250 Gatotkaca di Bandung pada tahun 1995. Pemilihan Riau sebagai tuan rumah sesuai dengan predikat Riau sebagai salah satu lumbung energi nasional dan penyangga utama kebutuhan pangan di Pulau Sumatera.

Kamis (10/9) digelarnya Pembukaan Kegiatan Ilmiah yang bertema “Riset, Inovasi Menuju Ekonomi Era Industri 4.0”, di Labersa Grand Hotel & Convention Center, Kota Pekanbaru.

Dalam sambutannya Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe memaparkan tentang teknis kegiatan ilmiah yang dilaksanakan pada tahun ini dalam rangka merayakan Hakteknas ke-23. “Adapun kegiatan ilmiah yang kita lakukan pada tahun ini terdiri dari 84 kegiatan, kegiatan ilmiah ini diselenggarakan dalam bentuk workshop, temu ilmiah, sidang paripurna tahunan, seminar, dan simposium yang dilaksanakan oleh seluruh stakeholder.” jelas beliau.

Hadir sebagai tamu kehormatan Presiden Republik Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie yang juga dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia. Menuju pada puncak peringatan Hakteknas yang diperingati di Komplek Gubernuran Provinsi Riau, Pekanbaru, Jumat (10/8) itu dihadiri oleh pimpinan dan anggota lembaga tinggi negara, Duta Besar dan perwakilan negara-negara sahabat, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Gubernur Daerah Istimewa Yoyakarta Sultan Hamengkubuwono X, para Kepala LPNK, Pejabat Eselon I dan II Kementerian dan Lembaga, Direktur BUMN, Pimpinan dan Anggota AIPI, DRN dan DRD, para rektor/pimpinan perguruan tinggi, para Kepala Balitbangda, serta komunitas iptek dan inovasi, mahasiswa dan para pemenang dan penerima penghargaan Anugerah Iptek dan Inovasi, Kekayaan Intelektual, SPMI dan Lomba Produk Inovasi Nasional.

Hakteknas ke-23 yang dihelat dengan tema Inovasi untuk Kemandirian Pangan dan Energi dan sub tema : Sektor Pangan dan Energi di Era Revolusi Industri 4.0. Menristekdikti Mohamad Nasir pada sambutannya menyampaikan bahwa Riset menjadi masalah utama untuk menghasilkan Inovasi. “Negara yang maju, negara yang pemenang, itu bukan karena jumlah penduduknya yang besar, bukan karena luas negaranya yang besar. Tetapi adalah negara yang mempunyai Inovasi”.

Menristekdikti juga dalam kesempatannya memaparkan perkembangan riset dari tahun 2015 saat pertama kali beliau menjadi Menristekdikti hingga sampai saat ini. “Pada tahun 2015, Riset di Indonesia yang masuk dalam Publikasi Internasional hanya 5.400, sedangkan negara tetangga seperti Thailand mencapai 9.500, Singapore di angka 18.000 dan Malaysia di angka 28.000. Oleh karena itu kami melakukan upaya perbaikan kebijakan bersama dengan Menteri Keuangan sehingga keluar Peraturan Menteri Keuangan Nomor 106 tahun 2016, dimana Riset berbasis kepada output publikasi. Sekarang pada saat ini, publikasi Malaysia di angka 17.211. Sementara Indonesia sudah sampai pada angka 16.528. Singapore di angka 12.593 dan Thailand di angka 9.595.” jelasnya.

Presiden Republik Indonesia ke-3 sebagai tamu kehormatan dalam sambutannya menyampaikan makna dari Kemerdekaan dan Kebangkitan yang sesungguhnya. “Banyak orang bebas, tapi tidak merdeka. Banyak orang merdeka, belum tentu bebas. Hanya orang bebas, merdeka dan berbudaya, yang dia bisa meningkatkan produktivitasnya dan daya saing.” tegas beliau.

08

Hakteknas kali ini dihadiri oleh 2000 komunitas iptek dan inovasi di seluruh Indonesia. Selain itu panitia Hakteknas menggelar beragam rangkaian acara meliputi : (1) Launching (2) Lomba Produk Inovasi Nasional (kategori industri, startup dan masyarakat), (3) Bakti Inovasi Teknologi, meliputi pelatihan teknologi, praktik penanaman varietas unggul padi dan buah tropis, dan penyerahan bantuan produk inovasi kepada petani, nelayan dan pelaku usaha, (4) Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional (8 kategori Anugerah), (5) Kegiatan Ilmiah (84 kegiatan ilmiah nasional dan internasional), (6) Side Event (jalan sehat, lomba karya tulis/ foto/ vlog bertajuk Iptek dan Inovasi, dan demonstrasi dan peragaan iptek keliling, dll), (7) Welcome Dinner, (8) Peringatan Hari Puncak, (9) Malam Apresiasi dan (10) Ritech Expo (pameran produk inovasi teknologi).

Pameran Ritech Expo diikuti oleh kurang lebih 120 institusi yang berasal dari perguruan tinggi, Balitbang daerah, kementerian dan lembaga, dunia usaha/industri dan BUMN, unit utama dan program unggulan Kemenristekdikti, asosiasi dan komunitas, demo produk, workshop/seminar, temu bisnis, dan rangkaian perlombaan.

 

Sumber : https://ristekdikti.go.id/semarak-puncak-peringatan-hakteknas-ke-23-tebar-semangat-berinovasi/