Pembekalan Kepada Para “AMUNISI BARU” di Lingkungan Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti

17-04-18 Tri Nugro Susilo 0 comment

web-info-3-jadi

Bogor – Inspektur Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan (Irjen Kemenristekdikti) Tinggi Jamal Wiwoho berkomitmen untuk memajukan dan memperkuat pengawasan intern di lingkungan Kementerian Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan mengutamakan pengembangan pengetahuan dan pembelajaran dari pengalaman- pengalaman mengenai dasar – dasar di bidang pengawasan intern sehingga diharapkan para Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) di lingkungan Kemenristekdikti memiliki kehandalan, professionalitas dan Integritas yang tinggi.

Hal ini disampaikan Irjen Kemenristekdikti pada sambutannya di acara kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Dasar – Dasar Pengawas Intern bagi Aparat Pengawas Intern di Lingkungan Kemenristekdikti, Bogor (17/04).

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai seluk beluk terkait dengan pengendalian Intern maka kita harus mengetahui pengertian dari Pengendalian Intern tersebut yakni “seluruh kegiatan audit,review pemantauan dan pengawasan lainnya yang dilakukan , sehingga dapat diyakini seluruh kegiatan operasional yang ada dalam suatu instansi berjalan dengan baik, efisien dan efektif sehingga dapat mewujudkan Good Corporate Governance dan Good University Governance diseluruh Kementerian Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Ada empat hal yang bisa memberikan keyakinan dari Sistem Pengendalian Intern terlaksana dengan baik yaitu:

  1. Seluruh Kegiatan Yang dilaksanakan harus bersifat Efektif dan Efisien secara menyeluruh diseluruh Kementerian sehingga suatu kegiatan dapat berdampak positif, sebagai contoh jika suatu kegiatan instansi dilaksanakan dengan biaya yang tinggi,tetapi memiliki substansi kegaiatan yang sama jika dilaksanakan dengan biaya yang bisa lebih rendah, maka tentu hal tersebut bertentangan dengan prinsip efektif dan efisien tersebut.

  2. Penyajian laporan khususnya laporan keuangan dengan lengkap dan komprehensif , sehingga jelas seluruh keuangan digunakan untuk apasaja dan dengan prinsip tepat waktu, sasaran dan pelaporan.

  3. Bagaimana melakukan pengamanan dari Aset (Barang Milik Negara) , dimana sampai dengan saaat ini Kemristekdikti memiliki sekitar 240 Trilyun yang tersebar diseluruh nusantara seperti di Perguruan Tinggi Negeri dan Satuan Kerja lainnya dibawah Kemenristekdikti. Dengan kondisi tersebut diatas maka sepatutnya pihak Kemristekdikti melakukan pengamanan Aset Barang Milik Negara dengan Totalitas dan Menyeluruh, mulai dari pengamanan fisik maupun administrasi seperti bukti – bukti kepemilikan dari aset terkait.

  4. SPIP harus dapat mewujudkan ketaatan terhadap Peraturan dan Perundang – Undangan Yang berlaku.

Terkait dengan image dan kontribusi personel SPI dan para auditor di Kemenristekdikti dalam perspektif publik yang ada sekarang, sepertinya masih belum terlalu disukai,hal tersebut tidak lepas dari paradigma lama dari Pengawasan Intern yang lebih Bersifat Watch Dog yang biasanya menjadi momok yang menyeramkan bagi para Auditee,oleh karena itu sehingga kita harus melakukan terobosan sehingga persepsi SPI yang awalnya tidak disukai menjadi disukai.

web-info-4-jadi

“Dengan adanya Paradigma Baru di bidang pengawasan kita harus menjadi sesuatu hal yang menyenangkan dimata para auditee dimana adanya peran  sebagai konsultan dan katalisator bagi para auditee yang akan membantu menyelesaikan dan memecahkan masalah” Ujar Irjen Kemenristekdikti.

Dengan penguatan dari sisi Profesionalitas, Kompetensi dan Integritas dari Para Auditor dan Anggota SPI di Lingkungan Kemenristekdikti yang didukung oleh paradigma baru dari Pengawasan Intern Pemerintah yang lebih bersifat konsultatif dan katalisator, maka diharapkan kedepan permasalahan yang ada di Kemenristekdikti dapat terselesaikan dengan lebih baik dan pengendalian intern yang dilakukan akan lebih efektif sehingga permasalahan yang sebelumnya muncul tidak akan terulang kembali dan Pengendalian Intern yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti yang dibantu oleh jajaran SPI diseluruh satuan kerja menjadi pusat unggulan di Kemenristekdikti. (tns/itjen)