RAKORWAS ITJEN TAHUN 2018

22-01-18 Tri Nugro Susilo 0 comment

DSC08529

Belitung (23/01/18) Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti melakukan rapat koordinasi pengawasan untuk ke-3 kalinya yang saat ini dilaksanakan di negeri laskar Pelangi di Belitung. Acara secara resmi dibuka oleh Inspektur Jenderal Kemenristekdikti sekaligus memberikan arahannya. Dalam sambutannya beliau menyampaikan “melihat sejarah Itjen Kemenristekdikti sudah melakukan rapat koordinasi pengawasan yakni yang pertama dilaksanakan di pulau Dewata Bali, Rakorwas yang kedua dilaksanakan di Lombok”.

Rapat koordinasi pengawasan di Belitung kali ini dihadiri oleh 175 peserta yang terdiri dari pegawai dilingkungan Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti serta peserta dari peserta forum SPI. Inspektorat Jenderal menekankan dalam arahannya agar semua peserta rakorwas dapat memanfaatkan kegiatan rakorwas ini dengan baik, sehingga pemanfaatannya secara efektif dan efisien (harapannya output dan outcome nya juga harus lebih baik lagi). Kegiatan rakorwas ini adalah sangat strategis untuk evaluasi kegiatan di tahun 2017 dan menatap kegiatan di tahun 2018.

Beliau juga berpesan “bahwa tahun 2018 adalah penuh tantangan dan rintangan semakin berat sehingga integritas juga harus di tingkatkan menjadi lebih baik, begitu juga dengan pegawai di Inspektorat Jenderal bisa menjadi contoh. Tingkat profesional juga harus ditingkatkan dan untuk sejahtera agar tidak dipahami secara pendek (hanya diukur dari materi/uang) sebagaimana seperti saat ini seluruh pegawai menggunakan seragam sehingga tidak ada pembeda atasan dan bawahan yang ada adalah bersama-sama saling mewujudkan Itjen yang ber-Integritas, Profesional dan Sejahtera.

Tahun 2018 adalah tahun panas karena -+ 100 daerah melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak sehingga pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal dihimbau tidak boleh ikut politik praktis baik mendatangi deklarasi, kampanye ataupun mendukung calon tertentu karena bertentangan dengan peraturan Kepegawaian yang mengharuskan pegawai negeri berlaku Netral. Diakhir arahannya beliau sampaikan bahwa”pemutahiran data dan informasi pengawasan menjadi penting karena satker-satker terus berkembang dan berubah status. Perubahan-perubahan itu terjadi karena perubahan undang-undang sebagaimana Lembaga Layanan Dikti (L2DIKTI) yang akan menggantikan Kopertis. Sehingga para auditor harus mengetahui anatomi/perubahan-perubahan peraturan tersebut.

Dalam rakorwas ini juga diadakan penandatanganan Pakta Integritas dan perjanjian  yang dilakukan seluruh pejabat eselon dilingkungan Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti. Rakornas menjadi penting sekali khususnya pegawai itjen tentang posisi masing-masing agar koordinasi dan sinkronisasi kebijakan di itjen agar lebih mudah, masing-masing dapat memberikan kontribusi sesuai tusinya dan rakorwas ini untuk meningkatkan kualitas lebih baik serta saling mengenal, pungkasnya”. (Rnt/Itjen)