Perencanaan, Pengawasan dan Pendampingan kegiatan 7 in 1

28-09-17 Ranto 0 comment

IDB2

Surabaya (28/9/17), Dalam rangka mengawal program bantuan dari Islamic Development Bank (IDB)  yang dilaksanakan di tujuh universitas yang tersebar diempat pulau besar yang mewakili wilayah Indonesia, yaitu Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari pulau Jawa, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) serta Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mewakili dari pulau Sulawesi, serta Universitas Tanjungpura (Untan) dan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) mewakili dari pulau Kalimantan serta Universitas Syiah Kuala dari Pulau Sumatera. Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti yang digawangi oleh Inspektur II melaksanakan kegiatan Perencanaan, Pengawasan dan Pendampingan kegiatan 7 in 1 yang dilaksanakan tanggal 28 – 29 September 2017 di Surabaya.  

Hadir dalam kegiatan kali ini adalah ketua SPI dari tujuh Perguruan Tinggi Negeri yang telah menerima  bantuan dari Islamic Development Bank (IDB) yaitu Untan, Unmul, Unesa, UNY, Unsyiah dan Unsrat serta UNG. Acara secara resmi dibuka oleh Inspektur Jenderal Kemenristekdikti (Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH., M.Hum) sekaligus memberikan arahan akan Pentingnya Kebijakan Pengawasan Kegiatan 7 in 1 tahun 2017. Selain itu hadir juga sebagai narasumber Direktur Penjaminan Mutu Kemenristekdikti, Direktur Pengawasan Pinjaman dan Bantuan Luar Negeri dari BPKP serta Prof. Slamet Sutanto dari IPB selaku Manager Proyek IDB.

IDB1

“Kegiatan ini merupakan tindaklanjut sebagaimana arahan dari Bapak Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sewaktu di Unsrat Manado untuk mengawal dana projek dari IDB agar dapat berjalan dan selesai pas waktunya,” sebagaimana yang disampaikan Dadit Herdikiagung.

Inspektur Jenderal juga menekankan, “bahwa dana bantuan IDB perlu dikawal dan SPI sebagai komponen PTN bisa mengawal semua kebijakan-kebijakan khususnya terkait pembangunan yang ada dalam IDB tersebut.” Lebih lanjut Prof. Jamal menyampaikan ”Ada beberapa proses pembangunan dana IDB yang harus kita ketahui, diantaranya :

  1. Biasa mulainya mundur
  2. Dana sering berubah-rubah
  3. Pola pengadaannya harus dikawal apakah sudah sesuai
  4. Aspek penyerahan barang tersebut harus dikontrol dari Perencanaan, Penyerahan dan pada masa Pemeliharaan.

Dalam kegiatan dua hari ini sangat penting baik bagi SPI dan Auditor untuk mendapatkan masukan dalam persiapan-persiapan untuk mendapatkan  keyakinan kita sebagai pengawal kebijakan-kebijakan terkait pengadaan barang  dan jasa agar tidak ada masalah baik dalam proses pengadaan ataupun setelah proses pengadaan. Imbuhnya.”(Rnt/Itjen)