Kita Bangun Tunas, Sistem dan Budaya Integritas di Kemristekdikti

11-07-17 Ranto 0 comment

Pak Menteri ZI1

Jakarta (11/07/2017) Untuk kedua kalinya Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti menyelenggarakan Workshop dengan tema “Kita Bangun Tunas, Sistem dan Budaya Integritas” di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaksanakan dari tanggal 11 s/d 13 Juli 2017 bertempat di ruang rapat lt. 3 Gedung D Kemenristekdikti jalan Jenderal Sudirman – Jakarta. Acara dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak.), Pejabat eselon I dan II di Unit Utama dan serta Perguruan Tinggi Negeri yang akan  menandatangani nota kesepahaman terkait zona Tunas, Sistem dan Budaya Integritas yakni : Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sebelas Maret, Universitas Sriwijaya, Universitas Tanjungpura dan Universitas Hasanuddin.

Acara diawali dengan laporan Inspektur Jenderal Kemenristekdikti (Prof. Jamal Wiwoho, SH., M.Hum) selaku penyelenggara kegiatan. Dalam laporannya beliau mengatakan ”Persoalan lemahnya integritas di negeri ini, sudah menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Betapa tidak, mestinya para pemimpin dan penyelenggara negara yang seharusnya menjadi tauladan dalam melaksanakan tugas yang di amanahkan oleh negara sekaligus menjadi inspirasi positif bagi semua anak bangsa, justru malah menunjukkan perilaku yang koruptif dan tidak berpihak pada rakyat. Pemimpin seharusnya memiliki sense of crisis terhadap pengelolaan anggaran negara yang ada dalam tanggung jawabnya. Untuk itu, melalui workshop ini kami mengharapkan akan lahir tunas-tunas integritas Kemenristekdikti yang visioner dan berkarakter serta memiliki etos kerja yang baik”.

Beliau juga mengajak kita semua khususnya dilingkungan Kementerian, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bisa menjadi INSAN RISTEKDIKTI yaitu : INSpirasi bagi bangsa, SANtun dalam berinteraksi, RISih bila menerima gratifikasi, TEKun meningkatkan kinerja, DIKenal karena prestasinya dan TIdak pernah korupsi.

Pak Menteri ZI2

Secara resmi acara di buka oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sekaligus memberikan arahan terkait workshop Tunas, Sistem dan Budaya Integritas dan dilanjutkan penandatanganan Nota Kesepahaman Zona Integritas bersama. Dalam arahannya Beliau menyampaikan bahwa sebagaimana pernyataan Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali S.H, M.H “Pembangunan Sistem Integritas Nasional adalah sinergi antar pilar untuk saling menguatkan sistem integritas di masing-masing pilar, meminimalisasi kesenjangan integritas dengan pilar lainnya, serta memastikan peran pilar dapat berjalan secara efektif-efisien dan berintegritas menyokong tujuan nasional.  Pada dasarnya tindakan koruptif tidak hanya dipicu oleh pelanggaran perilaku dan lemahnya integritas individual, namun juga disebabkan lemahnya sistem yang membuka peluang terjadinya tindakan yang mengancam integritas lembaga maupun individu di dalam lembaga”.

Untuk itu Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sangat menyambut baik kegiatan ini dan berterima kasih kepada jajaran KPK yang telah memfasilitasi upaya peningkatan budaya integritas di lingkungan Kemenristekdikti. Dan Menristekdikti sangat berharap, para peserta Workshop Tunas, Sistem, dan Budaya Integritas di Lingkungan Kemenristekdikti menjadi tunas-tunas yang mengembangkan dan meningkatkan integritas di lingkungan Kemenristekdikti, sehingga dapat mengurangi secara maksimal kasus yang berindikasi Tipikor ataupun peristiwa-peristiwa yang dapat menghambat pencapaian tujuan Kemenristekdikti secara baik. (Rnt/Itjen)