Pembekalan Mental 2017 dilingkungan Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti

06-01-17 Ranto 0 comment

tes

(Jakarta, 5/1/2017) Tengah berlangsung kegiatan Silatuhrahmi dan Pembekalan Mental tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti. Acara kali ini adalah refleksi kegiatan di tahun 2016 yang sudah dilakukan oleh Inspektorat Jenderal.

Hal ini diperlakukan untuk evaluasi dalam setiap kegiatan yang dirasakan masih banyak yang perlu dibenahi.  Sehingga di tahun 2017 bisa semakin ditingkatkan, setiap kegiatan yang akan dilaksanakan agar dapat di koordinasikan dengan baik, baik persiapan, perencanaan dan pelaksanaan sehingga tidak akan terjadi bentrok waktu dalam pelaksanaan. Harapan di tahun 2017 agar kegiatan bisa disulam peningkatan kinerja ke arah lebih baik.

Dalam arahannya Prof. Jamal Wiwoho menyampaikan “Capaian realisasi SPM Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti sampai dengan akhir Desember 2016 mencapai 96.73 %, suatu pencapaian yang sangat membanggakan bagi Inspektorat Jenderal,” tuturnya.

Lebih lanjut Bapak Irjen menekankan di bidang pengawasan “Kita harus menjadi konsultan yang baik, menjadi katalisator yang baik, konsultan memberikan pendapat dan saran terhadap permasalahan yang ditemukan dalam pelaksanaan tugas dilingkungan Kemenristekdikti dan katalisator mendukung penyelenggaraan kegiatan Kemenristekdikti yang tertib, efektif, efisien, dan ekonomis, serta penegakan hukum yang berkeadilan. Konsultan dan Katalisator yang baik yaitu ketika belum terjadi suatu masalah, apabila telah terjadi masalah maka kita harus tindak dengan tegas”.

Dalam acara kali ini juga menghadirkan seorang narasumber KH. Tohri Tohir.MA yang memberikan pencerahan keagamaan dengan tema “Etika Pengawas dalam Ajaran Islam” dalam pencerahannya beliau mengatakan bahwa “Iman adalah Hati”. Sehingga bisa digambarkan sebagaimana cermin.

Hati yang bersih maka cermin kita juga bersih yang berarti iman kita bersih. Acuan orang yang beriman adalah belajar dari sifat cermin yaitu :

  1. Cermin itu santun : Cermin memberi tahu kekurangan manusia dengan cara yang santun;
  2. Cermin itu jujur : Cermin memberitahu apa adanya, tidak berbohong;
  3. Cermin itu Sabar : Cermin sabar menghadapi semua orang;
  4. Cermin itu setia setiap saat : Cermin kapan saja mau dipakai selalu ada;
  5. Cermin tidak pilih kasih : Cermin mau dipakai siapa saja, berbuat baik tidak boleh pilih kasih;
  6. Cermin dapat menyimpan Rahasia : Cermin tidak pernah mengungkap siapa saja yang bercermin.

Ada hal menarik yang dapat kita ambil dari hikmah cermin tersebut dalam kehidupan nyata dan bekerja. Seyogya nya kita bisa dan terus berkaca dari sifat cermin tersebut. Dengan harapan agar kinerja keluarga besar Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti di tahun 2017 semakian kompak, maju dan berintegritas. (Rnt/Itjen)