Workshop Penyusunan PKPT Itjen Kemenristekdikti

27-10-16 Ranto 0 comment

DSCN3117

Bekasi, 26/10/2016 Berlangsung kegiatan workshop penyusunan program kerja pengawasan tahunan yang dilaksanakan oleh Itjen Kemenristekdikti yang di hadiri oleh para inspektur, pejabat struktural di ses-itjen, dan perwakilan dari auditor. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari dan secara resmi dibuka oleh Ses-itjen dan dilanjutkan paparan tentang program pengawasan tahun 2017, Beliau menekankan bahwa kegiatan program kerja penyusunan pengawasan tahunan ini perlu koordinasi dan peran aktif dengan teman2 dari Inspektur.

Disamping itu hadir juga narasumber dari Kementan Bpk Suprojo dengan tema perencanaan pengawasan berbasis risiko dalam penyusunan PKPT. Dalam penjelasannya “sebelum melaksanakan RBIA perlu disusun perencanaan RBIA dengan tujuan adalah menghasilkan “Risk and Audit Universe” yang merupakan daftar seluruh risiko yang dimiliki perusahaan, serta audit yang akan dilaksanakan untuk memastikan bahwa proses pengelolaan risiko telah dilaksanakan secara efektif serta menghasilkan rencana audit tahunan (PKPT), yang disebut Audit Plan”.

Penyusunan PKPT (Audit Plan) dengan menentukan prioritas dan frekwensi Audit, rencana audit yang akan dilaksanakan berupa daftar Unit Layak Audit (ULA) yang dilengkapi dengan tenaga auditor, waktu pelaksanaan, jumlah hari serta biaya yang dibutuhkan.

PKPT didasarkan skor unit layak audit (ULA):

  • Skor ULA Tinggi : Prioritas Tertinggi –>setiap Tahun
  • Skor ULA Sedang : Prioritas Sedang –> setiap 2 Tahun
  • Skor ULA Rendah : Prioritas Rendah –> setiap 3 tahun atau bahkan tidak perlu

Penetapan audit universe menjadi rencana kerja tahunan (RKT) meliputi :

  1. Hasil penilian risiko atas satker dengan nilai risiko tinggi ditetapkan sebagai obyek audit;
  2. Terhadap obyek audit yang telah dipilih, masing-masing ditetapkan jenis kegiatan pengawasan seperti : Audit Kinerja, Audit Pengadaan Barang/Jasa dan Evaluasi;
  3. Untuk jenis kegiatan pengawalan dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebijakan kegiatan strategis lingkup kementerian
  4. Obyek audit yang telah dipilih dan dilengkapi dengan jenis pengawasan, waktu pelaksanaa (bulan), dan anggaran yang ditetapkan sebagai rencana kerja tahunan (RKT) melalui Inspektur Jenderal.

Acara dilanjutkan dengan pembahasan diskusi dan penyusunan PKPT di Inspektorat Jenderal Kemneristekdikti pada hari kedua dan hari ketiga. (Rnt/Intjen)