Penyebaran Informasi Hasil Pengawasan dan Rekonsiliasi Hasil Pengawasan

12-10-16 Ranto 0 comment

IMG-20161012-WA0012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta (10/10/2016) Berlangsung kegiatan Penyebaran Informasi Hasil Pengawasan dan Rekonsiliasi Hasil Pengawasan dengan mengundang seluruh Pimpinan PTN, Poltek dan Kopertis serta Satker Unit Utama di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Kegiatan akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 10-12 Oktober 2016. Hadir dalam kegiatan kali ini WR 2/Wakil Direktur, Kepala Biro Keuangan, Ketua SPI dan Kopertis serta perwakilan dari Satker unit utama. Acara secara resmi di buka Sesitjen Kemenristekdikti (Dr. Yusrial Bachtiar) sekaligus memberikan paparan tentang Penyebaran Informasi Hasil Pengawasan dan Rekonsiliasi Hasil Pengawasan di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Dalam paparannya bapak Sesitjen menyampaikan kegiatan ini adalah merupakan tindaklanjut dari hasil pengawasan yang telah dilakukan oleh Inspektorat Jenderal dan BPK.

Sebagaimana yang telah di amanahkan bahwa Inspektorat Jenderal mengemban tugas pengawasan internal di lingkungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Sehingga diharapkan kita bisa melakukan pengendalian internal dan kita semua harus melaksanakan pengendalian internal secara bersama.

Selain penyaji materi dari internal Inspektorat Jenderal hadir juga narasumber dari Kementerian Menpan RB terkait Kewajiban Penyelenggaraan Negara dalam LHKASN dan Narasumber dari  Komisi Pemberantasan Korupsi tentang Kewajiban Penyelenggara Negara dalam Pelaporan LHKPN.

Point penting yang dari paparan dari Menpan RB dan KPK adalah pelaporan harta kekayaan ini adalah menjadi benteng penting bagi kita semua, untuk menjelaskan asal mula data harta kekayaan kita. Pelaporan harta sebagai pengingat, dengan cara2 yg sah dan baik dengan aturan2 yg ada. LHKPN merupkan salah satu cara pencegahan korupsi yang dimulai dari individu masing-masing, dengan membuat LHKPN sesorang diminta jujur dalam melaporkan harta kekayaan yang dimilikinya. Salah satu cara lain dalam usaha pencegahan korupsi dapat dimulai dari lingkungan keluarga seperti saling menanyakan asal-usul barang, saling mengingatkan, dan penanaman sifat kejujuran.

Komisi Pemberantasan Korupsi menekankan pentingnya pemberantasan korupsi, kita semua ikut berperan serta dalam pemberantasan korupsi, terutama dalam pencegahan, sehingga diperlukan kerjasama dengan semua pihak. Kejahatan bukan karena banyaknya penjahat tetapi banyaknya orang baik tetapi hanya diam melihat tindak penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang serta jabatan dan  acara secara resmi ditutup oleh Inspektur II Bapak Dadit Herkiagung (Rnt/Itjen)